Nama : Haidar Ramananda
NIM : 11631060
Resume Buku
“Komunikasi Islam”
Dr. Harjani Hefni, Lc., M.A.
Bab
1
PENGERTIAN,
RUANG LINGKUP,
DAN
MANFAAT MEMPELAJARI
KOMUNIKASI ISLAM
A.
Pendahuluan
Jika
kita bertanya kepada seseorang tentang faktor melejitnya karier orang tertentu
dalam waktu relatif cepat, hampir bisa dipastikan bahwa diantara jawabannya
adalah karena orang tersebut memiliki kecakapan dalam berkomunikasi. Kalau ada
mahasiswa yang kuliah diluar negeri lalu tidsak bisa menjalani perkuliahan
dengan baik, pasti yang dijadikan kambing hitamnya adalah komunikasi, karena
dosennya menggunakan bahasa yang tidak familiar dengan bahasa yang dia
pelajari.
Apa
sebenarnya komunikasi sehingga seolah-olah semua permasalahan ujung-ujungnya
dialamatkan kepadanya? Lalu kenapa harus diembel-embeli dengan Islam
dibelakangnya? Apakah ada perbedaan yang signifikn antara komunikasi yang ada
dengan komunikasi Islam?
Dalam
bab pertama ini akan dibahas tentang definisi komunikasi islam, ruanglungkup
kajiannya dan urgensi mempelajari Komunikasi Islam. Setelah mempelajari bab ini,
pembaca diharapkan mampu:
1.
Memahami dan
menjelaskan makna komunikasi secara umum.
2.
Memahami dsdan
menjelaskan makna Komunikasi Islam.
3. Memahami dan
menjelaskan persamaan dan perbedaan antara komunikasi umum dengan komunikasi
Islam.
4.
Meahami tentang
ruang lingkupkajian komunikasi Islam.
5.
Memahami dan
menjelaskan tentang urgensi komunikasi Islam dalam kehidupan Muslim.
6.
Mengetahui tentang
kontribusi komunikasi Islam dalam ilmu komunikasi secara umum.
B.
Definisi Komunikasi Islam
1.
Definisi Komunikasi
Istilah
komunikasi berasal dari bahasa inggris
comunication. Di antara arti komunikasi adalah suatu proses pertukaran
informasi diantara individu melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda, atau
tingkah laku.[1] Komunikasi juga diartikan
sebagai cara untuk mengomunikasikan ide dengan pihak lain, baik dengan
berbincang-bincang, berpidato, menulis, maupun melakukan korespondensi.[2]
Dalam
bahasa Arab, komunikasi sering menggunakan isatilah tawashul
dan ittishal. Komunikasi (ittishal) adalah melakukan cara yang terbaik dan menggunkan sarana
yang terbaik untuk memindahkan informasi, makana, rasa, dan pendapat kepada
pihak lain dan mmengaruhi pendapat mereka serta meyakinkan mereka dengan apa
yang kita inginkan apakahdengan menggunakan bahasa atau dengan yang lain.[3]
Kalau
merujuk kepada kata dasar “washala”
yang artinya sampai, tawashul artinya adalah proses yang
dilakukan oleh dua pihak untuk saling bertukar informasi sehingga pesan yang
disamoaikan dipahami atau sampai kepada dua belah pihak yang berkomunikasi. Jika
komunikasi hanya terjadi dari satu arah tidak bisa dikatakan tawashul. Adapun kata ittishal secara bahasa lebih menekankan
kepada sapek ketersambungan pesan, tidak harus terjadi komunikasi dua arah. Jika
salah satu pihak menyampaikan pesan dan pesan itu sampai dan bersambung dengan
pihak yang dimaksud, maka pada saat itu sudah terjadi komunikasi dalam istilah ittishal.
Dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia, komunikasi diartikan sebagai pengiriman dan
penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang
dimaksud dapat dipahami. Terjdimya hubungan dan kontak antara dua orang atu
lebih juga dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sudah disebut komunikasi.[4]
Dr.
Halah al-Jamal mengatakan komunikasi adalah upaya manusia untuk menampilkan
hubungan yang terbaik dengan penciptanya, dengan dirinya, dan dengan sesama
manusia.[5]
Dalam buku Sasa Djuarsa Sendjaya
yang berjudul Pengantar Ilmu Komunikasi dijabarkan tujuh definisi yang
dapat mewakili sudut pandang dan konteks pengertian komunikasi. Definisi
tersebut adalah sebagai berikut:
1.
Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang
(komunikastor) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan
tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lain (khalayak).
2.
Komunikasi adalah penyampaian informasi, gagasan,
emosi melalui penggunaan simbol-simbol seperti kaya-kata, gambar-gambar,
angka-angka, dan lain-lain.
3.
Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang
menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa? Dengan
akibat apa atau hasil apa?(Who, Says
what? In which channel? To whom? With what effect?).
4.
Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu
dari yang semula dimiliki seseorang menjadi dimiliki oleh dua orang atau
lebih.
5.
Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan untuk
mengurangi rasa ketidakpastian bertindak secara efektif, mempertahankan atau
memperkuat ego.
6.
Komunikasi adalah suatu proses yang menghubungkan
suatu bagian degan bagian lainnya dalam kehidupan.
7.
Komunikasi adalah seluruh prosedur melalui mana
pikiran seseorang dapat memengaruhi pikiran orang lain.
Komunikasi juga dapat diartikan sebagai proses berbagi
dan membagi pengalaman dengan tujuan untuk saling memengaruhi.
2.
Definisi Islam
Kata
Islam dalam buku al-Ta’rifat karya al-Jurjaini diartikan sebagai kerendahan dan
ketundukan terhadap apa yang dikabarkan oleh Rasulullah SAW.[6] Abdul
Karim Zaidan dalam Ushul al-Dakwah memaparkan
banyak sekali definisi tentang Islam. Di antaranya:
1.
Islam adalah
bersyahadat bahwa tiada ilah selain Allah dan muhammad adalah Rasulullah,
mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa ramadhan dan menunaikan ibadah
haji.
2.
Islam adalah
kerendahan, penyerahan diri dan ketundukan kepada Allah Robbul Alamin.
3.
Islam adalah
sistem umum dan peraturan lengkap tentang urusan kehidupan, serta panduan
meniti kehidupan dan segala konsekuensi dari penerimaan atau penolakan terhadap
ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.
4.
Islam adalah
kumpulan seluruh nilai yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW untuk
disampaikan kepada seluruh manusia, baik hukum aqidah, akhlak, ibadah,
muamalah, serta berita-berita yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan As-sunnah.
5.
Isalam adalah
jawaban yang benar dan tepat untuk menjawab tiga pertanyaan prinsip yang selalu
menyibukkan akal manusia dan selalu muncul dalam pikiran mereka sepanjang masa:
dari mana kita berasal, untuk apa kita hadir di muka bumi ini, dan kemana
tempat kembali? Islam menjawab pertanyaan pertama bahwa manusia berasal dari
Allah yang menciptakan manusia dari dua perpaduan utama jasad dan ruh. Jasad di
ciptakan dari tanah serta roh berasal dari Allah. Jawaban pertanyaan kedua,
tujuan utama hidup manusia di muka bumi ini adalah untuk beribadah kepada Allah
SWT. Jawaban pertanyaan ketiga, kemana kita akan kembali, Islam menjawab bahwa
setelah kehidupan dunia ada kehidupan abadi di akhirat, dan manusia akan
menempati salah satu dari dua tempat yang disediakan untuk mereka, yaitu surga
buat yang beriman dan beramal saleh selama di dunia, dan neraka untuk yang
kufur dan meanggar aturan-aturan Allah.
6. Islam adalah roh
yang sebenarnya bagi manusia, cahya dalam meniti jalan, obat segala
penyakit,dan jalan yang lurus yang akan memberikan keselamatan bagi penggunanya.
Islam menurut bahasa secara umum artinya
adalah tunduk, menyerahkan diri kepada Allah, damai, serta selamat. Damai dan
selamat adalah tujuan, sedangkan sarananya adalah tunduk dan menyerahkan diri
dengan seluruh aturan Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan yang
paling pokok diantaranya adalah rukun Islam.
3.
Makna Komunikasi Islam
Komunikasi
Islam adalah komunikasi yang dibangun atas prinsip-prinsip islam yang memiliki
roh kedamaian, keramahan dan keselamatan.
Berdasarkan
informasi dari Al-Qur’an dan As-sunnah ditemukan bahwa komunikas islam adalah
komunikasi yang berupaya untuk membangun hubungan dengan diri sendiri, dengan
Sang Pencipta, serta dengan sesama untuk menghadirkan kedamaian, keramahan, dan
keselamatan untuk diri dan lingkungan dengan cara tunduk dengan perintah Allah dan
Rasul-Nya.
Tindakan
apapun dalam komunikasi yang membuat hati seseorang menjadi rusak atau sakit
orang menjadi sakit atau luka bertentangan dengan roh komunikasi dalam Islam.
Karena
itu, komunikasi Islam dalam buku ini bukan hanya sekedar pemberin label Islam
unutk komunikasi. Lebih jauh dari itu, buku ini bertujuan untuk membuka wawasan
pembaca bahwa islam sangat peduli dengan komunikasi yang menyelamatkan, meskipun
secara sistematis sebagaai sebuah ilmu belum mapan sebagaimana ilmu komunikasi
yang sudah ada.
C.
Ruang Lingkup Kajian Komunikasi Islam
Objek
kajian ilmu Komunikasi islam terdiri dari tiga paket kajian yang tidak bisa
dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Tiga paket kajian itu adalah
komunikasi manusia dengan Allah, komunikasi manusia dengan dirinya sendiri, dan
komunikasi manusia dengan yang lainnya. Tiga bentuk komunikasi ini merupakan
warisan dari ajaran agama secara universal.
D.
Manfaat Mempelajari Ilmu Komunikasi Islam
Kehadiran
ilmu komunikasi islam bertujuan untuk membimbing kaum muslimin secara khusus
dan manusia secara umum agar mampu membangun komunikasi dengan Pencipta mereka,
dengan diri sendiri, serta dengan sesama dengan prinsip-prinsip Islam. Dengan
panduan agama, maka komunikasi akan berjalan sesuai dengan alur yang ditentukan
oleh Allah.
Komunikasi
yang terjalin dengan prinsip komunikasi Islam akan menghadirkan kedamaian dan
keselamatan, baik untuk diri komunikan maupun untuk masyarakat secara umum.
Jika umat Islam melakukan komunikasi dengan niat ikhlas untuk menjalin
silaturahmi dan meningkatkan kualitas hubungan positif dengan sesama manusia,
maka mereka tidak hanya mendapatkan keuntungan dunia, tetapi juga akan
mendapatkan pahala akhirat.
Sumber buku:
Dr.
Harjani Hefni, Lc., M.A. Komunikasi Islam.
Jakarta: Prenadamedia Group. 2015.
[1] Webster’s
New Collegiate Dictionary edisi tahun 1977.
[2] Halah Abdul
‘Al al-Jamal, Fann al-tawashul fi
al-islam, 2008, cet. 1,
[3] Awadh al-Qarni,
Hatta la Takuna Kallan, h. 72.
[4] Kamus Besar Bahasa Indonesia (Pusat
Bahasa Departemen Pendidikan nasional Republik Indonesia, 2008)
[5] Halah Abdul
‘Al al-Jamal, Fann al-tawashul fi
al-islam, h. 11, cet. 1, 2008.
[6] Ali bin
Muhammad bin Ali al-Zain al-Syarif Al-Jurjani, al-Ta’rifat, (Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1403-1983) h. 23.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar