Kamis, 30 Maret 2017

ilmu Komunikasi Islam


Nama    : Haidar Ramananda 
NIM      : 11631060 



Resume Buku
“Komunikasi Islam”
Dr. Harjani Hefni, Lc., M.A.

Bab 1                                                                                                                         
PENGERTIAN, RUANG LINGKUP,
DAN MANFAAT MEMPELAJARI
KOMUNIKASI ISLAM
A.           Pendahuluan
Jika kita bertanya kepada seseorang tentang faktor melejitnya karier orang tertentu dalam waktu relatif cepat, hampir bisa dipastikan bahwa diantara jawabannya adalah karena orang tersebut memiliki kecakapan dalam berkomunikasi. Kalau ada mahasiswa yang kuliah diluar negeri lalu tidsak bisa menjalani perkuliahan dengan baik, pasti yang dijadikan kambing hitamnya adalah komunikasi, karena dosennya menggunakan bahasa yang tidak familiar dengan bahasa yang dia pelajari.
Apa sebenarnya komunikasi sehingga seolah-olah semua permasalahan ujung-ujungnya dialamatkan kepadanya? Lalu kenapa harus diembel-embeli dengan Islam dibelakangnya? Apakah ada perbedaan yang signifikn antara komunikasi yang ada dengan komunikasi Islam?
Dalam bab pertama ini akan dibahas tentang definisi komunikasi islam, ruanglungkup kajiannya dan urgensi mempelajari Komunikasi Islam. Setelah mempelajari bab ini, pembaca diharapkan mampu:
1.             Memahami dan menjelaskan makna komunikasi secara umum.
2.             Memahami dsdan menjelaskan makna Komunikasi Islam.
3.      Memahami dan menjelaskan persamaan dan perbedaan antara komunikasi umum dengan komunikasi Islam.
4.             Meahami tentang ruang lingkupkajian komunikasi Islam.
5.             Memahami dan menjelaskan tentang urgensi komunikasi Islam dalam kehidupan Muslim.
6.             Mengetahui tentang kontribusi komunikasi Islam dalam ilmu komunikasi secara umum.

B.            Definisi Komunikasi Islam
1.             Definisi Komunikasi
Istilah komunikasi berasal dari bahasa inggris comunication. Di antara arti komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi diantara individu melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda, atau tingkah laku.[1] Komunikasi juga diartikan sebagai cara untuk mengomunikasikan ide dengan pihak lain, baik dengan berbincang-bincang, berpidato, menulis, maupun melakukan korespondensi.[2]
Dalam bahasa Arab, komunikasi sering menggunakan isatilah  tawashul dan  ittishal. Komunikasi (ittishal) adalah melakukan cara yang terbaik dan menggunkan sarana yang terbaik untuk memindahkan informasi, makana, rasa, dan pendapat kepada pihak lain dan mmengaruhi pendapat mereka serta meyakinkan mereka dengan apa yang kita inginkan apakahdengan menggunakan bahasa atau dengan yang lain.[3]
Kalau merujuk kepada kata dasar “washala” yang artinya sampai,  tawashul artinya adalah proses yang dilakukan oleh dua pihak untuk saling bertukar informasi sehingga pesan yang disamoaikan dipahami atau sampai kepada dua belah pihak yang berkomunikasi. Jika komunikasi hanya terjadi dari satu arah tidak bisa dikatakan tawashul. Adapun kata ittishal secara bahasa lebih menekankan kepada sapek ketersambungan pesan, tidak harus terjadi komunikasi dua arah. Jika salah satu pihak menyampaikan pesan dan pesan itu sampai dan bersambung dengan pihak yang dimaksud, maka pada saat itu sudah terjadi komunikasi dalam istilah ittishal.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, komunikasi diartikan sebagai pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Terjdimya hubungan dan kontak antara dua orang atu lebih juga dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sudah disebut komunikasi.[4]
Dr. Halah al-Jamal mengatakan komunikasi adalah upaya manusia untuk menampilkan hubungan yang terbaik dengan penciptanya, dengan dirinya, dan dengan sesama manusia.[5]
Dalam buku Sasa Djuarsa Sendjaya yang berjudul Pengantar Ilmu Komunikasi dijabarkan tujuh definisi yang dapat mewakili sudut pandang dan konteks pengertian komunikasi. Definisi tersebut adalah sebagai berikut:
1.             Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikastor) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lain (khalayak).
2.             Komunikasi adalah penyampaian informasi, gagasan, emosi melalui penggunaan simbol-simbol seperti kaya-kata, gambar-gambar, angka-angka, dan lain-lain.
3.             Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa? Dengan akibat apa atau hasil apa?(Who, Says what? In which channel? To whom? With what effect?).
4.             Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari yang semula dimiliki seseorang menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih.
5.             Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan  untuk mengurangi rasa ketidakpastian bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego.
6.             Komunikasi adalah suatu proses yang menghubungkan suatu bagian degan bagian lainnya dalam kehidupan.
7.             Komunikasi adalah seluruh prosedur melalui mana pikiran seseorang dapat memengaruhi pikiran orang lain.

Komunikasi juga dapat diartikan sebagai proses berbagi dan membagi pengalaman dengan tujuan untuk saling memengaruhi.
2.             Definisi Islam
Kata Islam dalam buku al-Ta’rifat karya al-Jurjaini diartikan sebagai kerendahan dan ketundukan terhadap apa yang dikabarkan oleh Rasulullah SAW.[6] Abdul Karim Zaidan dalam Ushul al-Dakwah memaparkan banyak sekali definisi tentang Islam. Di antaranya:
1.             Islam adalah bersyahadat bahwa tiada ilah selain Allah dan muhammad adalah Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa ramadhan dan menunaikan ibadah haji.
2.             Islam adalah kerendahan, penyerahan diri dan ketundukan kepada Allah Robbul Alamin.
3.             Islam adalah sistem umum dan peraturan lengkap tentang urusan kehidupan, serta panduan meniti kehidupan dan segala konsekuensi dari penerimaan atau penolakan terhadap ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.
4.             Islam adalah kumpulan seluruh nilai yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW untuk disampaikan kepada seluruh manusia, baik hukum aqidah, akhlak, ibadah, muamalah, serta berita-berita yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan As-sunnah.
5.             Isalam adalah jawaban yang benar dan tepat untuk menjawab tiga pertanyaan prinsip yang selalu menyibukkan akal manusia dan selalu muncul dalam pikiran mereka sepanjang masa: dari mana kita berasal, untuk apa kita hadir di muka bumi ini, dan kemana tempat kembali? Islam menjawab pertanyaan pertama bahwa manusia berasal dari Allah yang menciptakan manusia dari dua perpaduan utama jasad dan ruh. Jasad di ciptakan dari tanah serta roh berasal dari Allah. Jawaban pertanyaan kedua, tujuan utama hidup manusia di muka bumi ini adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Jawaban pertanyaan ketiga, kemana kita akan kembali, Islam menjawab bahwa setelah kehidupan dunia ada kehidupan abadi di akhirat, dan manusia akan menempati salah satu dari dua tempat yang disediakan untuk mereka, yaitu surga buat yang beriman dan beramal saleh selama di dunia, dan neraka untuk yang kufur dan meanggar aturan-aturan Allah.
6.        Islam adalah roh yang sebenarnya bagi manusia, cahya dalam meniti jalan, obat segala penyakit,dan jalan yang lurus yang akan memberikan keselamatan  bagi penggunanya.
Islam menurut bahasa secara umum artinya adalah tunduk, menyerahkan diri kepada Allah, damai, serta selamat. Damai dan selamat adalah tujuan, sedangkan sarananya adalah tunduk dan menyerahkan diri dengan seluruh aturan Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan yang paling pokok diantaranya adalah rukun Islam.
3.             Makna Komunikasi Islam
Komunikasi Islam adalah komunikasi yang dibangun atas prinsip-prinsip islam yang memiliki roh kedamaian, keramahan dan keselamatan.
Berdasarkan informasi dari Al-Qur’an dan As-sunnah ditemukan bahwa komunikas islam adalah komunikasi yang berupaya untuk membangun hubungan dengan diri sendiri, dengan Sang Pencipta, serta dengan sesama untuk menghadirkan kedamaian, keramahan, dan keselamatan untuk diri dan lingkungan dengan cara tunduk dengan perintah Allah dan Rasul-Nya.
Tindakan apapun dalam komunikasi yang membuat hati seseorang menjadi rusak atau sakit orang menjadi sakit atau luka bertentangan dengan roh komunikasi dalam Islam.
Karena itu, komunikasi Islam dalam buku ini bukan hanya sekedar pemberin label Islam unutk komunikasi. Lebih jauh dari itu, buku ini bertujuan untuk membuka wawasan pembaca bahwa islam sangat peduli dengan komunikasi yang menyelamatkan, meskipun secara sistematis sebagaai sebuah ilmu belum mapan sebagaimana ilmu komunikasi yang sudah ada.

C.           Ruang Lingkup Kajian Komunikasi Islam
Objek kajian ilmu Komunikasi islam terdiri dari tiga paket kajian yang tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Tiga paket kajian itu adalah komunikasi manusia dengan Allah, komunikasi manusia dengan dirinya sendiri, dan komunikasi manusia dengan yang lainnya. Tiga bentuk komunikasi ini merupakan warisan dari ajaran agama secara universal.
D.           Manfaat Mempelajari Ilmu Komunikasi Islam
Kehadiran ilmu komunikasi islam bertujuan untuk membimbing kaum muslimin secara khusus dan manusia secara umum agar mampu membangun komunikasi dengan Pencipta mereka, dengan diri sendiri, serta dengan sesama dengan prinsip-prinsip Islam. Dengan panduan agama, maka komunikasi akan berjalan sesuai dengan alur yang ditentukan oleh Allah.
Komunikasi yang terjalin dengan prinsip komunikasi Islam akan menghadirkan kedamaian dan keselamatan, baik untuk diri komunikan maupun untuk masyarakat secara umum. Jika umat Islam melakukan komunikasi dengan niat ikhlas untuk menjalin silaturahmi dan meningkatkan kualitas hubungan positif dengan sesama manusia, maka mereka tidak hanya mendapatkan keuntungan dunia, tetapi juga akan mendapatkan pahala akhirat.








Sumber buku:
Dr. Harjani Hefni, Lc., M.A. Komunikasi Islam. Jakarta: Prenadamedia Group. 2015.


[1] Webster’s New Collegiate Dictionary edisi tahun 1977.
[2] Halah Abdul ‘Al al-Jamal, Fann al-tawashul fi al-islam, 2008, cet. 1,
[3] Awadh al-Qarni, Hatta la Takuna Kallan, h. 72.
[4] Kamus Besar Bahasa Indonesia (Pusat Bahasa Departemen Pendidikan nasional Republik Indonesia, 2008)
[5] Halah Abdul ‘Al al-Jamal, Fann al-tawashul fi al-islam, h. 11, cet. 1, 2008.
[6] Ali bin Muhammad bin Ali al-Zain al-Syarif Al-Jurjani, al-Ta’rifat, (Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1403-1983) h. 23.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar